Sabtu, 02 Februari 2019

INSTALASI LISTRIK


PROPOSAL PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK
RUMAH TINGGAL






Disusun Oleh         : Langgeng Wibowo
Kelas                     : 3IB05A
NPM                     : 13416994



JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019



1. Latar Belakang

Instalasi listrik, mendengarnya saja merupakan suatu hal yang bukan baru lagi bagi kita. Hamper setiap hari kita dapat melihatnya, baik itu dirumah-rumah, bangunan gedung, pasar swalayan, rumah sakit ,dll. Tapi apakah pernah kita berpikir, bagaimana caranya untuk memasang instalasi listrik dengan baik dan benar?.
Dan apakah pemasangan instalasi listrik dirumah kita sudah terpasang dengan benar sesuai ketentuan peraturan umum instalasi listrik (PUIL)?. Karena pemasangan instalasi dengan benar dan sesuai ketentuan (PUIL) suatu hal yang berbahaya seperti kebocoran arus listrik dan dapat menyebabkan kebakaran suatu bangungan. Selain itu keuntungan dalam pemasangan instalasi listrik dengan benar, dapat mengurangi rugi-rugi daya sehingga dapat menghemat biaya pemakaian daya listrik.
Proposal yang coba saya buat merupakan salah satu informasi mengenai suatu pemasangan instalasi listrik untuk “rumah tinggal”, dengan tipe bangunan 70/135. Saya akan menyampaikan perancangan mengenai instalasi listrik kemudian beberapa hal yang dibutuhkan dan perlu dipersiapkan, agar pemasangan sesuai dengan ketentuan peraturan umum instalasi listrik (PUIL) dan terhindar dari kesalahan-kesalahan.



2. Pembatasan Masalah

1. Bagaimana cara merancang instasi listrik pada bangunan rumah tinggal?                                        
2. Bagaimana cara instalasi rumah tinggal yang sesuai dengan PUIL 2000?



3. Perancangan Instalasi Listrik

3.1 Denah rumah tinggal tipe 70 / 135
Gambar 3.1 Denah Rumah Tinggal

Denah rumah tinggal diatas adalah salah satu contoh yang akan dipasangkan instalasi listrik. Denah  tersebut harus sudah pasti dan benar. Pasti dan benar disini adalah mencangkup dari segi ukuran luas bangunan, ukuran bagian ruangan – ruangan, agar pada saat melakukan penitikan beban – beban listrik dapat sesuai dengan kebutuhan rumah tinggal.

3.2 Material yang dipergunakan

Tabel 3.1 Material Instalasi Listrik

Komponen
Jumlah
Biaya
Kabel Phasa Hitam NYY/ NYM 1,5 mm
75 m
Rp. 450.000,-
Kabel Netral Biru NYY/ NYM 1,5 mm
75 m
Rp. 450.000,-
Lampu LED (TL) 18 W
12 pcs
Rp. 600.000,-
Lampu LED 10 W
10 pcs
Rp. 200.000,-
MCB 4 Ampere
2 pcs
Rp. 100.000,-
KWH
1 pcs
Rp. 200.000,-
Pipa Conduit/ Clipsal
75 m
Rp. 150.000,-
Saklar tunggal
6 pcs
Rp. 60.000,-
Saklar Ganda
6 pcs
Rp. 120.000,-
Stop Kontak
9 pcs
Rp. 108.000
Total = Rp. 2.438.000,-



4. Pemasangan Instalasi Listrik

Pada gambar dibawah ini, merupakan rancangan instalasi listrik untuk rumah tinggal yang telah diberikan titik – titik beban yang diperlukan dalam kelistrikan rumah tinggal. Disini kami merancang instalasi listrik rumah tinggal dengan daya 1760 Watt atau kalau dibulatkan menjadi 1800 Watt. Kami menggunakan daya listrik sebesar 1800 watt untuk instalasi rumah tinggal dikarenakan bangunan rumah ini cukup luas yaitu 13m x 9m = 135m persegi.


Gambar 4.1 Rancangan Beban Listrik Rumah Tinggal

Kami menggunakan 2 buah MCB yang masing – masing MCB sebesar 4 Ampere. Ini dilakukan guna mencegah kerusakan alat – alat kelistrikan pada rumah. Pada saat terjadi korsleting pada salah satu jalur MCB, maka dampak korsleting tidak akan berdampak pada jalur MCB yang satunya.



5. Perincian Beban Listrik Untuk Rumah Tinggal     

Tabel 5.1 Perincian Beban Listrik Rumah Tinggal

MCB 1
Beban Listrik
Jumlah
Total Daya

Lampu LED 10 W
7 pcs
70 W

Lampu LED (TL) 16 W
1 pcs
16 W

TV LED 50 W
2 buah
100 W

AC Inverter 275 W
2 buah
550 W
736 W
MCB 2
Beban Listrik
Jumlah
Total Daya

Lampu LED 10 W
3 pcs
30 W

Lampu LED (TL) 16 W
11 pcs
176 W

TV LED 50 W
1 buah
50 W

AC Inverter 275 W
1 buah
275 W

Kipas Angin
2 buah
200 W
731 W
           
Dalam masing – masing MCB masih tersisa daya, hal ini dapat digunakan untuk peralatan listik rumah lainnya seperti mesin cuci, pompa air dan sebagainya.



6. Kesimpulan dan Saran

6.1 Keimpulan

Pada proposal perancangan instalasi listrik rumah tinggal ini, kami menyajikan instalasi yang masih sederhana. Kesimpulannya adalah bagaimana kita dapat membuat suatu instalasi listrik sesuai dengan PUIL yang tidak semata – mata untuk keindahan rumah tinggal, tetapi kita harus memperhatikan pemasangan instalasi listrik yang baik, benar, dan aman bagi penghuni rumah tersebut. Selain dapat mengurangi resiko terkena aliran listrik, pemasangan instalasi listik yang sesuai dengan PUIL dapat membuat keindahan rumah tidak berkurang sedikitpun.
Kemudian dalam pemilihan komponen – komponen instalasi listrik, diharapkan memilih yang sudah SNI dan memenuhi persyaratan PUIL. Dengan ketentuan – ketentuan yang berlaku, maka komponen yang kita pergunakan dapat berumur panjang pada bangunan rumah tinggal. Oleh sebab itu, patuhi dan ikuti persyaratan dan ketentuan – ketentuan pemasangan instalasi listrik sesuai PUIL.

6.2 Saran

Saran kami terhadap konsumen yang ingin memasang instalasi listrik untuk rumah tinggal, sebaiknya dikonsultasikan terhadap seseorang yang berkompeten di bidang pemasangan instalasi listrik. Hal itu dilakukan supaya hasil pemasangan instalasi listrik rumah tinggal dapat berjalan dengan baik, benar, dan aman. Agar terhindar dari hal – hal yang tidak di inginkan.
Kemudian dalam penggunaan listrik juga, harus dimanfaatkan dengan sebaiknya agar biaya yang dikeluarkan tidak melonjak tinggi. Komponen pun harus juga dirawat kondisinya, agar dapat mengalirkan listrik dengan baik dan benar, terhindar dari kebocoran listrik, korsleting listrik yang dapat memahayakan nyawa manusia.
.   


7. Lampiran

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJg4R5Uimklun63LM_fTRfHV78ePt3qq4QjYfV9qJsDgrcLs0_ODfe-0rhAzTK-WCrFYJhV_knpn4G-kcVCnaPr2Ptx1FPX_MzrZ-K8arXkwHjUTZoKFzBZX5IMQeLXJetvCMQUjy-rGM/s1600/LAMPU+20+WATT.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLH_7PwYJ-UFpGW4PD4NuEVv4miqx_igbP-kXEscAEYklHvCekbjtf_sACbUw2D9LvnV3YwQ8kDwMdZpjGmS3Y1rcKl6zfdIkwV2ZK12nxpqyc6ASTldL_OFpwyu8NOXhgdyUvVeQpa88/s1600/LAMPU+SPIRAL+20+WATT.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUiMPBrKPcEfUekF8mh6ANtmTXWsDHFx1dwMPjTyOP989zGhX0JJr5qh-_qAy_i9Lnc6l1BNZjK734UUbvJxDEEJPtONl9WbXhPCNs6v8QQymH3mo0uUOcHY2PDnXUxqDGPb81kbrkB4c/s1600/LAMPU+26+WATT.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4kjwSjMbDCGPE2qDEcOKv3F3Io8_yEcQx6U2fR7d4eLqMF8rBXZt5zcm7j1uMGldHOxaI-2Ab-vnHnbTRmhitxVoA4jCnOu1OOBie3vYIu4aiN3UEjgh6jOR336kNcG6tOH9hr8WZuuM/s1600/SAKLAR+TUNGGAL.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjo9Sn2ZmP2e4Ur5SFrgot_gUmBjWS0_5AOh-hpO1Gidu1Dh9LFvt4w4rJoPZSvYUzzPliL3zHDar5i7g3R2Uf5jhaEq80fuCNivmkjI2hKCEfHN_vuM0neNOU3O9NxkPIuMiViIS6O6xg/s1600/STOP+KONTAK.png

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgajUKh0PkXzIobpaHO6SqE0IJfrublYTv84kR92D_w5KM2qWT6jx8CHnlSf-RHxEN_-vMMCJ2Jsb8bWIXO8v38mSMHPea1uhGXFtO7msL0gMlKD2gBwBltEqZLDUlP-f1ZRm-erZXymnc/s1600/SAKLAR+SERII.png





Senin, 19 November 2018

NILAI EKIVALENSI

NILAI EKIVALENSI

            Sejumlah uang pada waktu tertentu dikatakan ekivalen dengan sejumlah uang yang lain pada waktu yang lain, bila nilai nominalnya berbeda, tetapi nilai efektifnya sama. Suatu rancangan teknis atau rencana investasi mengandung sejumlah transaksi, baik penerimaan maupun pengeluaran dalam berbagai bentuk, selama masa pakai atau masa operasi. Semua jenis transaksinya ini harus diekivalensikan dulu ke salah satu transaksi dasar. Umumnya diubah ke transaksi sama rata setiap tahun atau transaksi tunggal di awal jangka waktu analisa.
            Dalam proses ekivalensi nilai ini digunakan MARR (minimum attractive rate of return) sebagai sukubunga analisa. Besarnya MARR ini tergantung dari: laju inflasi, sukubunga bank, peluangdan resiko usaha.
            Pada nilai ekivalensi istilah-istilah yang digunakan adalah :
Pv        = Present Value (Nilai Sekarang)      
Fv        = Future Value (Nilai yang akan datang)   
An       = Anuity
I           = Bunga (i = interest / suku bunga) 
n          = Tahun ke-
P0        = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu
SI         = Simple interest dalam rupiah

A. Present Value (Nilai Sekarang)
            Nilai Sekarang (present value) adalah nilai sekarang dari satu jumlah uang/satu seri pembayaran yang akan datang, yang dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu. Metode perhitungan PV dapat dirumuskan seperti dibawah ini
PV = FV / [1+i]n          
dimana:
FV       = Nilai yang akan datang;
I           = suku bunga;
N         = jumlah tahun.
Contoh Soal:
Seorang insinyur teknik elektro menabung uangnya untuk biaya apabila nanti perusahannya membutuhkan dana untuk penambahan alat. Dengan memperhatikan suku bunga 12% berapa jumlah uang harus ditabung agar dalam waktu 5 tahun insinyur tersebut mendapatkan uang sebesar Rp.50.000.000,- ?
Penyelesaian:
PV = FV / [1+i]n
PV = 50.000.000 / [1+12%]5
PV = 50.000.000 / 1,762
PV = Rp.28.371.343,-

B. Future Value (Nilai yang akan datang)
            Future value (terminal value) adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yg dievaluasi dengan suatu tingkat bunga tertentu. Metode prhitungan FV dapat dirumuskan seperti dibawah ini
FV = PV [1+i]n          
dimana:
PV = Nilai sekarang;
i     = suku bunga;
n    = jumlah tahun.
Contoh soal:
Seorang peneliti membutuhkan dana untuk penelitiannya di 8 tahun kedepan. Apabila dia menginvestasikan uangnya saati ini sebesar Rp.19.000.000,- berapa uang yang akan didapatkan untuk penelitiannya dengan tingkat suku bunga sebesar 10% ?
Penyelesaian:
FV = PV [1+i]n
FV = 19.000.000 [1+10%]8
FV = 19.000.000 [ 2,143]
FV = Rp.40.717.000,-

C. Annuity
            Annuity adalah suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Annuity dapat dibagi menjadi dua yaitu annuity nilai sekarang dan annuity nilai masa datang.
            Anuitas nilai sekarang adalah sebagai nilai anuitas majemuk saat ini dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan sebagai jangka waktu anuitas.
PVAn = A [(S (1+i)n ] = A [ 1 – {1/ (1+ i)n /i } ]
            Anuitas nilai masa datang adalah sebagai nilai anuaitas majemuk masa depan dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan n sebagai jangka waktu anuitas.
FVAn = A [(1+i)n – 1 ] / i
Dimana A merupakan pembayaran atau pembayaran setiap periode (Annuity)
Contoh soal:
Seorang mahasiswa melakukan sebiah penelitian mengenai alat pendeteksi logam berat untuk dipakai di lautan. Alat tersebut membutuhkan dana sebesar Rp.10.000.000,- yang dapat diangsur proses pembayarannya selama 8 tahun. Dengan suku bunga 10%, berapakah jumlah uang yang harus disediakan oleh mahasiswa tersebut tiap tahunnya?
Penyelesaian:
FV  = A [(1+i)n-1] / i
A    = [FV] [i] / [(1+i)n-1]
A    = [10.000.000] [10%] / [(1+10%)8-1]
A    = [1.000.000] / [1,143]
A    = Rp.874.890,-

D. Bunga (Interest)
            Bunga adalah uang yang dibayarkan atau dihasilkan dari penggunaan uang. Bunga dapat dibagi menjadi dua yaitu Simple Interest dan Compound Interest.
            Simple Ineterst / SI (Bunga Sederhana) adalah bunga yangdibayarkan/dihasilkan hanya dari jumlah uang mula-mula atau pokok pinjaman yang dipinjamkan atau dipinjam. Dapat dituliskan:
SI = P0(i)(n)
Contoh soal:
Seorang mahasiswa menginvestasikan uangnnya untuk keperluan kuliah selama 4 tahun. Jika ia berinvestasi sebesar Rp.500.000,- dengan suku bunga sebesar 15%, berapakah bunga yang akan didapat mahasiswa tersebut?
Penyelesaian:
SI = Po (i) (n)
SI = 500.000 (15%) (4)
SI = Rp.300.000,-
Compound Interest (Bungan Berbunga) Adalah bunga yang dibayarkan/dihasilkan dari bunga yang dihasilkan sebelumnya, sama seperti pokok yang dipinjam/dipinjamkan.

E. Waktu (n) dan Investasi Awal (Po)
            Istilah lainnya yaitu n menunjukan waktu dalam rumusan perhitungan present value, future value, interest, maupun annuity. Waktu ini sangat penting karena menyangkut lamanya investasi berjalan dan sebagai acuan untuk perhitungan keuntungan dari hasil investasi tersebut.

Contoh soal:
Seorang pengusaha menginvestasikan uangnya sebesar Rp.20.000.000,- jika pengusaha tersebut menginginkan agar uangnya menjadi Rp.62.116.000,- berapa lama ia harus menginvestasikan uangnya dengan mempertimbangkan suku bunga sebesar 12% ?
Penyelesaian:
Dalam hal ini kita dapat menggunakan rumus future value:
FV              = PV  [1+i]n
62.116.000 = 20.000.000 [1+12%]n
3,1083        = [1,12]n
n                 = 1,12log 3,1083
n                 = 10
jadi pengusaha tersebut harus menginvestasikan uangnya selama 10 tahun untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
            Istilah berikutnya adalah Po atau investasi awal. Investasi awal akan sangat menentukan hasil dari investasi yang kelak akan didapatkan. Untuk menentukan investasi awal juga perlu memperhatikan suku bunga dan lamanya waktu berinvestasi. Dalam rumus perhitungan, Po biasanya akan dihitung bersamaan untuk menentukan bunga sederhana atau Simple Interest.
Contoh soal:
Seseorang mendapatkan bunga sebesar Rp.5.000.000,- dari hasil investasinya. Dengan suku bunga sebesar 12% dan waktu insesatasi selama 12 tahun, tentukanlah investasi awal yang diberikan oleh orang tersebut!

Penyelesaian:
SI               = Po [i] [n]
5.000.000  = Po [12%] [12]
Po              = 5.000.000 / 1,44
Po              = Rp.3.472.222,-
Contoh Ekivalensi Nilai Tahunan
CV “Mandiri” memerlukan sebuah mesin dengan spesifikasi teknis tertentu. Ada 2 alternatif pompa yang memenuhi persyaratan yaitu mesin X dan mesin Y, dengan data-data sebagai berikut:


Bila MARR= 20% per tahun, mesin yang mana yang sebaiknya dipilih?
Penyelesaian:
- Mesin X :
P       =400jt 
Fsisa = 200jt 
n       = 8 thn 
A      = 90jt
 i       =20%
Ax    = P (A/P,i%,n) + A – Fsisa(A/F,i%,n)
Ax    = 400jt (A/P,20%,8) + 90jt – 200jt (A/F,20%,8)
Ax    = 400jt (0,26061 ) + 90 jt – 200jt (0,06061)
Ax    = 104.244.000 + 90.000.000 –12.122.000
Ax    = Rp. 182.122.000

- Mesin Y :
P    = 700jt, Fsisa = 400jt, A= 40jt, n=12, i=20%
Ay = P (A/P,i%,n) + A – Fsisa(A/F,i%,n)
Ay = P (A/P,20%,12) + A – Fsisa(A/F,20%,12)
Ay = 700 juta x 0,22526 + 40 juta - 400 juta x 0,02526
Ay =157.682.000 + 40.000.000 –10.104.000
Ay = 187.578.000
Keputusan :
Perbandingan EUAC :
Mesin X : Rp 182.122.000
Mesin Y : Rp. 187.578.000
Pilih Mesin X karena biayanya lebih murah.
Contoh Ekivalen Nilai Sekarang
PT. Telkom sedang mempertimbangkan keputusan untuk membeli alat Sistem Kontrol Telepon (kapasitas 1000 lines). Ada 3 vendor yang menawarkan alat tsb yaitu ATT, EWSD, NEAX. Jika diketahui MARR = 20%, vendor manakah yang sebaiknya dipilih? Karaketeriistik biaya alat dari ketiga Vendor tersebut adalah sebagai berikut (dalam ribuan US$):



Diketahui :
ATT     : Pawal = 1.250.000 , A=40.000,F= 125.000
EWSD : Pawal = 1,1juta, A= 50.000, F= 110.000
NEAX : Pawal = 1 juta, A=60.000, F=100.000
i =20%, n = 15
Ditanyakan :
Vendor manakah yang sebaiknya dipilih?
Penyelesaian :
Vendor ATT :
PW = Pawal + A(P/A,20%,15) – F (P/F,20%,15)
PW = $1.250.000+40.000(P/A,20%,15) – 125.000(P/F,20%,15)
P     = $1.250.000+40.000(5,8474)-125.000 (0,1229)
P     = $1.468.534

Vendor EWSD :
PW = Pawal + A(P/A,20%,15) – F (P/F,20%,15)
PW = $1.100.000+50.000(P/A,20%,15) – 110.000 (P/F,20%,15)
P     = $1.100.000+50.000(5.8474)-110.000(0,1229)
P     = $1.378.581
Vendor NEAX:
PW = Pawal + A(P/A,20%,15) – F (P/F,20%,15)
PW = $1.000.000+60.000(P/A,20%,15) – 100.000 (P/F,20%,15)
P     = $1.000.000+60.000(5,8474)-100.000(0,1229)
P     = $1.338.554
Keputusan :
Minimize Cost -> Pilih Vendor NEAX

Sumber: